JUVENTUS merupakan sebuah klub sepakbola profesional asal Italia yang berbasis di kota Turin, Piedmont, Italia. Klub ini menjadi klub pertama Italia dan Eropa Selatan yang berhasil memenangi gelar Piala UEFA (sekarang namanya menjadi Liga Europa). Pada 1985, Juventus menjadi satu-satunya klub di dunia yang berhasil memenangi seluruh kejuaraan piala internasional dan kejuaraan liga nasional, dan menjadi klub Eropa pertama yang mampu menguasai semua kejuaraan UEFA dalam satu musim.
Juventus juga menjadi salah satu klub sepak bola Italia dengan jumlah fans terbesar, dan diperkirakan ada 170 juta orang didunia yang juga menjadi fans Juve. Klub ini menjadi salah satu pencipta ide European Club Association, yang dulu dikenal dengan nama G-14, yang berisikan klub-klub kaya Eropa. Klub ini juga menjadi penyumbang terbanyak pemain untuk tim nasional Italia.
Awal Mula Menjadi Seorang Juventini
Pada saat pegelaran Piala Dunia 1998 di Perancis, saya dibangunkan Bapak saya untuk menonton Final antara Perancis vs Brazil yang berakhir dengan skor 3-0 untuk Perancis. Waktu itu saya tentu belum tahu apa-apa tentang sepakbola, yang saya tahu hanya yang mencetak gol adalah pemain yang hebat. Pada saat itu saya melihat aksi dari Zinedine Zidane yang melesakkan 2 gol ke gawang Brazil. Saya langsung suka dengan Zidane.
Sehari setelahnya saya merengek ke Bapak saya agar dibelikan kaos bola timnas Perancis dan akhirnya kita mencari kaos itu ke toko olahraga. Sesaimpainya di toko olahraga, ternyata kaos yang saya cari udah habis dan pelayan itu menyankan saya untuk membeli kaos Juventus yang pada saat itu tim yang Zidane bela. akhirnya saya membeli kaos hitam putih Juventus yang pada awalnya saya tidak tahu apa itu Juventus.
Setelah mulai kenal sepakbola saya sering diajak kakak saya (seorang Juventini juga) nonton bola khususnya nonton pertandingan Juventus. Pada saat itu saya hanya mengenal 3 pemain, yaitu Zidane, Inzaghi dan Del Piero yang membuat saya menjadi Juventini sampai sekarang.
Moment Favorit
Biasanya moment Favorit adalah momen yang menyenangkan bagi orang kebanyakan, tapi bagi saya tidak. Momen Favorit saya adalah pada saat nonton Final Liga Champions musim 2002/2004 yang mempertemukan antara AC Milan dan JUVENTUS. Pertandingan berjalan sangat menarik selama 90 menit, tapi sayang tidak ada gol yang disarangkan oleh kedua tim. Petandingan harus dilanjutkan ke babak extra time. Di Babak extra time juga sama tidak ada gol yang terjadi. dan akhirnya harus dilanjutkan ke adu tendangan penalti. Tendangan penalti pertama Juve diambil oleh Trezeguet dan sayang tendangannya tidak masuk, sedangkan penalti milan yang diambil Serginho sempurna. Tendangan kedua Juve diambil oleh Birindelli dan masuk sedangkan Milan tidak masuk. Saya dan kakak saya yang nonton bareng pun semakin tegang ketika tendangan ke3 JUVE dan Milan tidak masuk. pada tendangan ke4 tendangan Montero dapat ditepis kiper Milan, sedangkan tendangan Milan bisa melewati penjagaan Buffon. Dan tendangan terakhir Juve diambil Del Piero, tendangannya pun masuk, sedangkan tendangan terakhir Milan diambil oleh Sevchenko. Pada saat itu saya berharap tendangan Sevchenko tidak masuk, tapi apa yang diharapkan saya tidak terwujud. Juventus pun kalah dan saya hanya bisa diam. Setelah kalah dari Milan itu, saya tidak mau pergi ke sekolah karena takut diejek oleh teman2 saya.
Hal Terburuk Menjadi Juventini
Tentunya kasus Calciopoli merupakan hal terburuk bagi Juventus dan seluruh Juventini di Dunia. Orang-orang sering membawa nama calciopoli setiap membicarakan Juventus. Dan itu membuat telinga saya panas dan saya sering merasa sakit hati terhadap pembicaraan orang-orang. Sampai sekarang pun orang-orang sering mengaitkan Juve dengan Calciopoli. Tapi saya tetap menjadi Juventini dan akan terus menjadi Juventini.
Setelah hinaan dan ejekan yang ditujukan kepada Juventus, akhirnya musim ini 2011/2012 Juve menjadi kampiun Serie-A dan berpeluang mengawinkan gelar Serie-A dengan gelar Coppa Itali.
#FORZAJUVE
Vinci Per Noi Magica JUVENTUS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar