Selasa, 29 Mei 2012

Cloud Computing

Sebagian diantara kita termasuk saya mungkin masih merasa asing atau bingung dengan Istilah "Cloud Computing"Pada bulan Juni 2009, penelitian dilakukan oleh VersionOne yg menemukan bahwa 41% profesional senior di bidang IT tidak tahu apa itu cloud computing dan dua pertiga dari profesional keuangan bingung dengan konsep tersebut. Jadi bukan hanya kita saja yang belum mengerti tentang "Cloud Computing"..hehe
Disini saya akan mencoba memaparkan penjelasan tentang "Cloud Computing" yang saya ambil dan rangkum dari beberapa sumber.



Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi. Cloud computing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi, mengakses file pribadi mereka di komputer manapun dengan akses internet. Teknologi ini memungkinkan efisiensi lebih dengan memusatkan penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwith.
Dengan penggunaan Cloud Computing maka komputer tidak perlu menggunakan suatu sistem operasi tertentu (Linux, Mac OS, Windows, dan lainnya), tidak membutuhkan hardisk dan tidak perlu instalasi software pada komputernya karena penggunaan semua hal ini telah ada pada layanan Cloud Computing. Penyimpanan data dilakukan di server “hardisk” dari penyedia layanan Cloud Computing, yang diperlukan untuk menggunakan Cloud Computing ini adalah sebuah komputer dan koneksi internet.

Biar lebih paham lagi tentang cloud computing itu sendiri, kita bisa bayangkan cloud computing itu seperti sebuah jaringan listrik. Jika kita butuh listrik, kita tidak harus punya pembangkit listrik. Kita hanya perlu menghubungi penyedia layanan listrik, yaitu PLN untuk menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik dan kita tinggal menikmatinya saja. Dan pembayaran kita lakukan sesuai dengan besaran pemakaiannya.

Namun tidak semua layanan yang ada di internet bisa dikategorikan sebagai Cloud Computing, setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
  1. Layanan bersifat “On Demand”, pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.
  2. Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut.
  3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.
Cloud computing dipecah ke dalam 3 segmen, yaitu :
1. Infrastructure as a Service 
Artinya adalah provider Cloud Computing akan menyewakan hardware kepada client yang akan menyewa. Misal nya menyewakan server . namun isi dari server tersebut adalah masih kosong sama sekali. Client yang menyewa harus mengisi dengan Operating system yang mereka mau bahkan aplikasi aplikasi yang akan mereka pergunakan.

2. Platform as a Service 
Artinya Provider Cloud Computing sudah menyewakan hardware cloud computing beserta connfigurasi standard nya. Misal ya perangkat server.. oleh provder perangkat tersebut sudah diisi dengan Operating system tertentu misal saja Linux. Maka penyewa harus menyesuaikan diri dengan Spec server dan operating sisten yang tersedia. Sehingga aplikasi yang mereka akan tanamkan di server tersebut bisa sesuai dan pas dengan operating system nya.

3. Software as a Service 
Provider dengan penawaran type ini adalah yang paling komplit di sisi provider. Biasanya sebelum menjual provider akan melakukan survey konfigurasi semacam apakah yang paling banyak dilakukan dan dibutuhkan di sisi pelanggan sehingga nanti nya tentu ketika dilempar ke pasar akan menjadi buruan para pengguna karena spesifikasi yang pas. Dan type ini jika memang pas sesuai kebutuhan pelanggan akan sangat membantu karena penyewa tidak diharuskan ikut repot urusan dalam provider.

Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap awan ini. Tentu saja masing-masing mengeluarkan jurusnya sendiri-sendiri. IBM di paruh akhir tahun 2009 kemarin telah meluncurkan LotusLive, layanan kolaborasi berbasis cloud. Microsoft, yang sekarang di perkuat oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti Bill Gates, menggadang Windows Azure, sistem operasi berbasis cloud yang akan menjadi masa depan Windows OS.Bahkan Google dalam waktu dekat akan meluncurkan sistem operasi cloud-nya, Chrome OS, yang akan menjadi ancaman serius bagi para penyedia sistem operasi lain.


Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum melakukan kegiatan "Cloud Computing", diantaranya :
1. Service Level
Harus cermat terhadap pilihan service provider cloud computing yang akan digunakan, kita harus tanyakan berapa jaminan ON mereka karena dengan menyewa cloud computing artinya kita menyerahkan kerja kita ke dunia internet yang disediakan oleh provider. Tanpa internet kita engga bisa kerja. Jika banyak matinya artinya kita tidak tepat memilih service provider.

2. Privacy
Anda akan meletakkan data anda ke cloud, demikian juga dengan customer lain. Tanyakan bagaimana provider mengelola nya dan apa jaminan nya.

3. Data Ownership
Jika anda sudah menyimpan data ke cloud, tanyakan kepemilikannya. Berkaca dari kasus facebook dimana semua image yang sudah dikirim ke facebook adalah menjadi hak milik facebook sehingga facebook bisa mempergunakan image tersebut. Namun apakah semua orang sudah paham mengenai aturan ini? ada baiknya anda tanyakan.

4. Data Mobility
Jika kemudian anda memutuskan untuk putus dari langganan cloud computing apakah anda yakin data anda tidak akan jadi masalah. Apakah anda yakin bahwa ketika terminate data anda ikut hilang dan tidak tertinggal di provider.


Sebelum mulai menggunakan Cloud Computing, ada langkah-langkah yang harus diperhatikan. Langkah awal yang harus anda lakukan adalah mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk bisnis anda.
Kedua, anda harus mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis anda. dan sebaiknya anda mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.
Langkah terakhir, anda harus melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan bisnis anda. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.


Sebagai suatu teknologi baru pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga dengan cloud computing. Pro dan kontra tersebut terjadi karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dari system teknologi baru tersebut. Berikut kelebihan dari cloud computing :
1. Kemudahan Akses
Ini merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.

2. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud.

3. Penghematan (Tanpa Investasi Awal)
Pastinya dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya.

4. Mengubah CAPEX menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational.

5. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu “Rapid Elasticity”, maka ini juga merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka keluarkan.

Cloud Computing juga memiliki kekurangannya. Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.


Intinya, Cloud Computing adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan kita “menyewa” sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar secukupnya pula.
Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang bisa memiliki akses dan memanfaatkan sumber daya tersebut, karena tidak harus melakukan investasi besar-besaran.
Apalagi dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, setiap organisasi akan berpikir panjang untuk mengeluarkan investasi tambahan di sisi TI. Terlebih hanya untuk mendapatkan layanan-layanan yang mungkin hanya dibutuhkan sewaktu-waktu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar